Allah menyuruh kita untuk mengenakan pakaian seindah, secantik, dan sebersih mungkin ketika menghadapnya, semisal kalo kita shalat dan lagi tadarrus Al-Qur'an.
Apakah kalian tahu bahwa di hari akhir nanti, mereka akan menjadi saksi atas segenap perbuatan-perbuatan kita selama hidup di dunia. Mereka ini dalam artian ya... pakaian yang kita kenakan.
Betapa bangga dan bahagianya kita, kalo di hari akhir nanti mereka berbondong-bondong menghadap Allah Ta'ala dan melaporkan diri mereka masing-masing. "Aku dipake untuk shalat ke masjid", "aku pernah dipake di pengajian", "kalo aku pernah dipake saat baca surah ini di Al-Qur'an", "aku pernah dipake ke kampus untuk cari ilmu", "aku dipakenya waktu nolong orang", dan seterusnya dan seterusnya.
Ketika membuka almari, kita akan melihat betapa beruntungnya aku memiliki baju-baju ini, celana-celana ini, dan segenap aksesoris busana lainnya. Betapa beruntungnya aku bisa mengenakannya di badanku, menggantinnya tiap hari, sehingga penampilanku jadi menarik, memukau, dan disenangi banyak orang.
Tapi pernahkah kalian berpikiran, ketika kalian merasa seberuntungnya seperti yang di atas, apakah pakaian-pakaian mu juga marasa beruntung ?
Bagaimana caranya membuat mereka merasa beruntung juga ? Caranya begini, pakailah mereka untuk beribada, untuk hal-hal yang baik dan halal. Jangan cuma yang bagus-bagus atau kesukaan kamu saja yang sering kamu pakai, yang lainnya juga. Ganti-ganti yang kamu kenanakan. Misalnya, buat shalat magrib aku pake yang biru, buat shubuh aku pake baju koko hitamku, buat shalat jum'at nanti aku pake yang putih. Gitu.
Mungkin ada yang bilang gini, "kan tadi di atas disebutkan kalo kita disuruh memakai pakaian seindah, secantik, dan sebersih mungkin, terus bagaimana kalo pakaian-pakaian yang sudah lama, yang bau, yang lusuh, yang robek-robek ? Apa kita berkewajiban juga untuk memakainya ?". Nah kalo masalahnya seperti itu maka aku akan menyelesaikannya dengan jawaban yang mudah dan singkat. Mengenai pakaian kalian yang sudah begini begitu kayak yang tadi, maka kenapa bukan dari sejak anda baru membelinya kalian pakai untuk beribadah, kenapa bukan sejak saat-saat anda memilikinya kalian pakai untuk berbuat yang baik-baik. Mengertikan penjelasanku.
Terus kalo ada teman-teman yang lain yang bilang begini, "bagaimana kalo aku ini, aku tidak punya banyak pakaian yang bisa aku pakai bergantian ? bagaimana keadaanku di hari akhir kelak, kan aku bakalan tidak punya banyak saksi seperti mereka-mereka yang punya banyak pakaian ?". Iya juga yah, jawabanku begini. Beruntunglah kalian karena kalian tidak punya tanggung jawab sebesar mereka-mereka yang memiliki banyak baju, pakailah pakaianmu itu, itu sudah cukup. Rasullullah saja (harap koreksi kalo salah) hanya punya dua pakaian, satu untuk dipake shalat dan satu untuk dipakai untuk melakukan hal-hal lain seperti dipakai pada saat melakukan perundingan, rapat, dan diskusi-diskusi.
Semoga daripada penjelasan-penjelasanku di atas, kalian-kalian jadi sadar diri akan perlunya kita melakukan penghargaan pada pakaian-pakaian kita. Mereka juga adalah ciptaan Allah ta'ala, namun ciptaan dalam bentuk benda hidup. Kita wajib juga untuk menghargainya, sama halnya seperti makanan yang kita makan, air yang kita minum, dan uang yang kita belanjakan. Semoga bermanfaat bagi teman-teman sekalian.




